Ku rindukan hujan kala itu awal bulan, menanti tangis yang belum di kumandangkan, di terapi lewat angin malam, ini bukan puisi penuh kata-kata yang melilit ini adalah ungkapan perasaan sang lelaki penangis, yah kau tahu itu kan hatiku penuh dengan tangisan harapan dan masa depan, ku baru mulai perjalanan di awal bulan November, yang akan bertemu dengan Desember Bulan yang membantu ku melihat dunia, aku rasa aku bukan satu-satunya lelaki penangis pasti ada banyak lelaki penangis di luar sana yang butuh pijakan untuk jadi dewasa,
Aku telah melaju, aku tak mau memutar balikan kembali,aku harus siap dengan apa yang telah terjadi,aku berfikir layaknya orang dewasa yang bisa mengatasi masalah, aku tak mau lupa aku punya orang yang Trus mendoakan saya, dan masih ada orang baik di sekeliling saya, ku akan Trus berjalan menampaki masa Depan hingga terlihat di Depan mata, lalu bergurau dengan keluarga penuh cerita yang akan terukir di permata,
Hujan masih melalu lalang membawa berkah, membawa rindu kadang juga membawa mood makan kembali terasa, hujan akan meneduhkan jika kau mau membuka mata, buka hati dan buka pikiran, kau akan hebat suatu saat nanti,
Yakin dan buktikan pada keluarga,
Komentar
Posting Komentar
Semangat