Hai teman virtual
|
Di pesantren kita akan lebih banyak mengenal banyak hal,dan bersyukurlah jika dari kalian ada lulusan dari pesantren karena di pesantren bukanlah orang kuno melainkan orang yang mampu dalam artian mau belajar agama dll, TPI itu tergantung orangnya sih, kalau di pesantren kerjaannya tidur Mulu yah sama saja gak ada gunanya, karena dari pesantrenlah karakter orang terbentuk dari yang malas subuh jadi rajin subuh, seperti halnya kita lihat contoh A.fuadi lulusan Gontor yang sekarang jadi penulis terkenal lewat trilogi nya, aku bersyukur dulu aku bisa krasan di pesantren yang awalnya aku mau boyong tpi Alhamdulillah gak jadi,dan aku melanjutkan sampai 6tahun, karena aku lulusan pesantren aku ingat pesan Abah yai berjihad lewat pendidikan bukan peperangan,
Aku ingin suatu saat bisa punya komunitas yang peduli pada anak kecil/anak yatim yang bisa mengajari banyak hal, khususnya b.inggris karena masih minim di negara kita yang bisa b.inggris ntah kenapa aku gak tahu, karena di desa kalau kita bisa b.inggris ke temen di bilang sok-sok an Inggris itu yang bisa membuat Down mental anak yang mau belajar b.inggris, karena aku dulu waktu di pesantren juga ngalamin dibilang sok-sok an bicara b.inggris kan waktu aku memang berada di asrama khusus b.Inggris,
Aku berada di asrama b.inggris selama 4 tahun tapi aku belum mahir b.inggris memang kuncinya bisa bicara b.inggris ya kebiasaan ngomong, sekarang aku menyesal aku belum menguasai b.inggris aku ingin lebih belajar lagi karena sekarang aku baru sadar ternyata memang b.inggris itu penting sangat penting, jika memang kau ingin mengenal dunia lebih jauh,
Wkwk buat cerita kek gini malah kangen suasana di pesantren anjay,
(foto: me ,di mangrove Sluke Rembang)
Komentar
Posting Komentar
Semangat